BERITA | Public Pembaharuan: (1 minggu yang lalu) | dibaca: 40 kali
TVRI Kalimantan Selatan | Banjarmasin, Senin, 6 Juli 2026 –
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menyampaikan
orasi akademik sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional yang menjadi
bagian dari Rapat Kerja Forum Pimpinan Pascasarjana Indonesia (FORPIMPAS) 2026.
Mengusung tema "Kolaborasi Pentahileks untuk Pembangunan Blue
Economy", Prof. Rokhmin menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia
melalui pendidikan, riset, serta inovasi merupakan fondasi utama untuk mewujudkan
Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa Indonesia
sesungguhnya memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 10
persen. Namun, dalam satu dekade terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi
nasional masih berada pada kisaran 5 persen. Menurut beliau, percepatan
pertumbuhan hanya dapat dicapai apabila pembangunan didukung oleh sumber daya
manusia yang unggul, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ekosistem
inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh
berjalan sendiri, tetapi harus membangun kolaborasi yang erat dengan
pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media agar hasil pendidikan, riset,
serta inovasi benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional.
Beliau juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi perlu
berani mengevaluasi berbagai akar persoalan yang masih menghambat daya saing
bangsa, mulai dari keterbatasan pendanaan, sarana dan prasarana, hingga
peningkatan kesejahteraan dosen sebagai bagian penting dalam penguatan kualitas
pendidikan tinggi.
Dalam konteks pembangunan nasional, Prof. Rokhmin mendorong
penguatan kolaborasi pentahileks yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi,
dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media massa sebagai fondasi untuk
mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta
pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Gagasan tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dunia
perguruan tinggi dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan, memperkuat riset dan
inovasi, serta mendukung pembangunan nasional yang lebih inklusif, berdaya
saing, dan berkelanjutan.
Melalui orasi akademik ini, Prof. Rokhmin kembali menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi sumber daya alam, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia, kekuatan pendidikan tinggi, serta sinergi seluruh unsur bangsa dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu menghasilkan kemajuan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor: admin111 Published: Wednesday, 08 July 2026
You're in the right place! Just drop us your cv. How can we help?